BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

...... Hey It's My Blog .......

Jumat, 22 Februari 2008

Kamera video


Sering melihat video karya orang lain yang dipublikasikan di Internet ataupun disharing antar perangkat pemutar video digital portabel? Ternyata, membuatnya tak sesulit bayangan Anda. Asalkan tahu cara membuatnya dan dengan alat yang tepat.
Pertama Anda memerlukan file video digital yang bisa direkam dengan menggunakan kamera video digital seperti Samsung Camcorder VP-DC565WI dan juga sebuah software penyunting video. Kamera video digital ini dilengkapi dengan CCD 1,3 Mpx DSP7. Mampu menangkap gambar diam dengan resolusi efektif 1,2 MP pada resolusi hingga 1280×960 dan 1600×1200 pada moda interpolasi. Fungsi videonya mampu merekam gambar hingga resolusi 720×480 (NTSC) dan 720×576 (PAL) pada 30fps dengan kemampuan kompresi codec MPEG4.
Camcorder VP-DC565WI mampu merekam video hingga 1 jam dengan menggunakan DVD+R dual layer. Selain itu masih dilengkapi juga dengan 4 in 1 multi memory card slot, yang bisa mendukung memori MS, MS PRO, SD dan MMC, sehingga Anda bisa lebih leluasa merekam video pada media yang Anda inginkan. Teknologi Variable Bit Rate Recording (VBR) memungkinkan Anda mengubah bit rate sesuai kecepatan gerak subjek dan merekam secara lebih efisien pada kapasitas DVD yang terbatas.
Agar hasil pengambilan gambar sesuai untuk format video yang bisa dipublikasikan secara online, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika merekam gambar, yaitu:
Dekati objekUntuk mendapatkan hasil yang bagus, hindari mengambil gambar dari jarak yang terlalu jauh dan memiliki banyak detail. Hal ini karena video Anda memang diperuntukkan untuk perangkat pemutar video portabel dengan layar yang kecil, sekitar 2-3 inci saja, sehingga perlu fokus pada shot-shot close up. Sebaiknya juga tidak menggunakan moda shooting layar lebar 16:9; karena akan menghasilkan garis hitam di atas dan di bawah gambar, yang akan semakin membuat detail gambar tampak kecil. Gunakan moda standar 4:3.
Berpikir kecilJika Anda Ingin menambahkan judul atau keterangan lain dalam bentuk teks dalam video, pertimbangkan untuk memilih variasi ukuran teks yang sesuai, agar tak tampak terlalu kecil dan jadi tak terbaca. Bila tak memiliki peranti lunak khusus untuk transisi gambar dan efek, dan tak ingin menggunakan efek-efek transisi, Anda bisa menggunakan software pengolah gambar biasa, seperti Adobe Photoshop. Buatlah dokumen berukuran 200×200 piksel, desain teks dan mengimportnya ke program penyunting video.
Jaga agar tetap pendekDurasi film sebaiknya tak terlalu panjang, sekitar 5 menit per episode-nya. Dengan durasi video yang pendek, Anda bisa menghemat waktu download bagi pemirsa dan juga bandwidth Anda. Bahkan setelah dioptimasi untuk pemutar video digital portabel, sebuah film 7 menit masih berukuran sekitar 40MB.
Optimasi video AndaBeberapa aplikasi penyunting video menyediakan fasilitas optimasi untuk membuat file video Anda layak tayang di pemutar video digital portabel. Pilih format file yang bisa diterima oleh situs hosting video bila Anda berniat mempublikasikannya secara online, dan pilih ukuran custom lebar dan tinggi 320×240 sebelum menyimpan proyek video Anda. Aplikasi secara otomatis akan mengekspor video ke dalam format sesuai dengan setting yang Anda buat. Nah, mudah bukan? Selamat berkreasi!
Dikutip dari agesvisual.wordpress.com

0 komentar: